GEO Direct Answer
AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah dua jenis eksfolian kimia yang bekerja dengan cara berbeda: AHA larut air dan bekerja di permukaan kulit untuk memperbaiki tekstur, kusam, dan pigmentasi; sedangkan BHA larut minyak dan mampu menembus pori untuk membersihkan sumbatan sebum dan mengatasi jerawat. Pemilihan antara keduanya bergantung pada jenis kulit dan concern utama yang ingin diatasi.
Pendahuluan
Kata "eksfoliasi" sering langsung diasosiasikan dengan scrub kasar. Padahal, cara kerja yang jauh lebih efektif dan lebih aman untuk kulit adalah eksfoliasi kimia — dan di sinilah AHA dan BHA berperan.
Keduanya bekerja dengan cara melarutkan ikatan antara sel kulit mati sehingga pengelupasan terjadi secara alami dan merata — tanpa gesekan fisik yang bisa merusak kulit. Namun AHA dan BHA bukan hal yang sama. Mereka punya cara kerja, target, dan kecocokan yang berbeda untuk tiap jenis kulit.
Apa Itu AHA?
Alpha Hydroxy Acid (AHA) adalah kelompok asam organik yang bersifat larut air (water-soluble). Karena sifat ini, AHA bekerja terutama di permukaan kulit — mengangkat sel kulit mati dari lapisan stratum corneum paling atas.
Jenis-jenis AHA yang paling umum dalam skincare:
- Glycolic acid — molekul terkecil, penetrasi paling dalam, paling banyak diteliti
- Lactic acid — lebih ringan dari glycolic, sekaligus berfungsi sebagai humektan (menarik kelembapan)
- Mandelic acid — molekul besar, cocok untuk kulit sensitif dan gelap
- Citric acid — lebih sering sebagai pH adjuster, namun juga memiliki efek eksfoliasi ringan
Apa Itu BHA?
Beta Hydroxy Acid (BHA) adalah kelompok asam yang bersifat larut minyak (lipid-soluble). Sifat inilah yang membuat BHA bisa menembus lapisan lipid di dalam pori dan membersihkan dari dalam.
Dalam dunia skincare, BHA hampir selalu merujuk pada satu bahan: Salicylic acid. Salicylic acid bisa masuk ke dalam folikel rambut dan pori untuk melarutkan sumbatan sebum dan sel kulit mati yang menjadi penyebab komedo dan jerawat.
Perbedaan Utama AHA vs BHA
| Aspek | AHA | BHA |
|---|---|---|
| Kelarutan | Larut air | Larut minyak |
| Area kerja utama | Permukaan kulit | Di dalam pori |
| Contoh utama | Glycolic acid, Lactic acid | Salicylic acid |
| Manfaat utama | Tekstur, kusam, pigmentasi, garis halus | Jerawat, komedo, pori tersumbat, kulit berminyak |
| Cocok untuk | Kulit kering, kusam, aging, pigmentasi | Kulit berminyak, berjerawat, pori besar |
| Sensitivitas UV | Meningkat, wajib sunscreen | Sedikit meningkat, tetap disarankan sunscreen |
Apa yang Dikatakan Penelitian Ilmiah?
Sebuah review klinis komprehensif yang diterbitkan di Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology (2024) menyimpulkan bahwa AHA — khususnya glycolic acid dan lactic acid — terbukti meningkatkan peremajaan kulit melalui stimulasi sintesis kolagen dan elastin, serta memperbaiki tekstur dan luminositas kulit. Review ini juga menekankan pentingnya regulasi konsentrasi dan pH untuk keamanan penggunaan AHA dalam produk kosmetik.
Di sisi lain, salicylic acid (BHA) telah lama terbukti efektif dalam mengatasi jerawat dan komedo melalui mekanisme keratolisis dan penetrasi pori yang unik sebagai asam lipofil.
Manfaat AHA
- Mengangkat sel kulit mati dari permukaan
- Memperbaiki tekstur dan meratakan warna kulit
- Membantu memudarkan hiperpigmentasi dan flek ringan
- Merangsang produksi kolagen
- Meningkatkan efektivitas produk skincare lain yang diaplikasikan setelahnya
- Membantu mengatasi kulit kusam dan kasar
Manfaat BHA
- Membersihkan pori dari dalam
- Mengurangi komedo hitam dan putih
- Mengatasi jerawat ringan hingga sedang
- Mengontrol produksi sebum
- Mempunyai efek anti-inflamasi ringan
- Cocok untuk kulit berminyak dan kombinasi
Siapa yang Cocok Menggunakan AHA?
- Kulit kering hingga normal dengan masalah tekstur atau kusam
- Kulit dengan hiperpigmentasi ringan, flek, atau bekas jerawat yang memudar
- Kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda aging (garis halus, kulit tidak merata)
- Kulit yang jarang atau tidak berjerawat
Siapa yang Cocok Menggunakan BHA?
- Kulit berminyak dan kombinasi
- Kulit yang sering berjerawat atau punya komedo
- Kulit dengan pori-pori yang terlihat besar atau tersumbat
- Kulit sensitif yang tidak cocok dengan AHA (salicylic acid di konsentrasi rendah lebih lembut)
Bolehkah AHA dan BHA Digunakan Bersamaan?
Bisa, namun dengan kehati-hatian. Kombinasi AHA dan BHA bisa memberikan manfaat yang lebih komprehensif, namun juga meningkatkan risiko iritasi. Jika ingin mengkombinasikan keduanya:
- Mulai bergantian (AHA malam Senin/Rabu, BHA malam Selasa/Kamis)
- Jangan gunakan keduanya sekaligus pada lapisan yang sama dalam satu malam, terutama untuk pemula
- Pastikan skin barrier dalam kondisi baik sebelum menambah frekuensi
Cara Pakai yang Benar
- Gunakan malam hari (AHA dan BHA meningkatkan sensitivitas terhadap UV)
- Selalu gunakan sunscreen di pagi hari keesokan harinya
- Mulai 1–2 kali per minggu, tingkatkan frekuensi secara bertahap
- Jangan gunakan bersama retinol dalam satu waktu, pisahkan penggunaannya
- Hindari area mata dan kulit yang teriritasi atau luka
Siapa yang Perlu Konsultasi Terlebih Dahulu?
Konsultasi dokter disarankan jika:
- Memiliki kulit sangat sensitif, rosacea aktif, atau eksim
- Sedang dalam pengobatan jerawat dengan bahan resep (isotretinoin, tretinoin)
- Baru menjalani laser, peeling profesional, atau treatment klinik
- Hamil atau menyusui (glycolic acid dosis rendah umumnya lebih aman, konsultasikan dulu)
Perspektif Medis Foreverskin
Menurut perspektif medis Foreverskin, AHA dan BHA adalah bahan aktif yang efektif sebagai bagian dari rutinitas skincare harian. Namun untuk eksfoliasi yang lebih mendalam, perbaikan tekstur yang lebih signifikan, atau penanganan masalah seperti bekas jerawat dan pigmentasi yang sudah dalam, pendekatan treatment klinis seperti chemical peeling profesional atau laser dapat memberikan hasil yang lebih optimal dan lebih terukur.
Kesimpulan
AHA dan BHA keduanya adalah eksfolian kimia yang efektif — namun untuk tujuan yang berbeda. AHA terbaik untuk kulit kering, kusam, dan aging; BHA terbaik untuk kulit berminyak, berjerawat, dan pori tersumbat. Keduanya bisa dikombinasikan dengan bijak, selalu diikuti sunscreen di pagi hari, dan digunakan secara bertahap sesuai toleransi kulit.
Call to Action
Jika kamu ingin tahu eksfolian atau treatment yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan concern-mu, konsultasikan dengan tim medis Foreverskin Clinic untuk rekomendasi yang lebih personal.
📍 Foreverskin Clinic — Jl. Kertanegara No.65, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
💬 WhatsApp: wa.me/6281292888938
Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.
Ditulis oleh: Foreverskin Clinic Editorial Team
Direview secara medis oleh: dr. Ariestasari, M.Biomed, Anti Aging & Skin Quality Expert
Terakhir diperbarui: September 2026
