PERAWATAN anti-aging memang kerap dilakukan bagi mereka yang menolak tua. Memang, seiring dengan berkembangnya teknologi maka tampil awet muda tidak lagi ekslusif bagi mereka yang memiliki duit saja. Memang, untuk memiliki kulit kencang bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Dengan olahraga, kulit bisa kencang sekaligus tubuh lebih sehat. Tapi, pada sebagian orang olahraga itu memerlukan ‘effort’ waktu dan di era modern seperti sekarang waktu terasa sulit dimiliki.

Oleh karena itu, banyak yang memilih untuk melakukan terapi mengencangkan kulit. Salah satu yang tengah populer adalah terapi pengencangan kulit menggunakan teknologi radiofrekuensi monopolar capacitive. “Terapi Thermage FLX yang mengandalkan radiofrekuensi monopolar capacitive menghasilkan bulk heating yang fokus merangsang kolagen dari lapisan atas sampai lapisan dalam kulit,” jelas laporan Everskin Clinic dalam keterangan tertulisnya.

“Terapi semacam ini mampu menghaluskan permukaan kulit, memperoleh tekstur kulit, dan mengencangkan kulit,” tambah laporan tersebut. Terapi kulit non invasif cocok untuk semua jenis kulit, tapi yang menjadi catatan adalah kelompok usia 25-60 tahun yang paling direkomendasikan melakukan perawatan ini. Meski aman secara umum, perawatan ini tidak boleh sembarang dilakukan.

Dijelaskan Certified Aesthetic Doctor dr Ariesta Sari, terapi kulit ini harus dikerjakan oleh dokter terlatih atau setidaknya bersertifikat. Selain itu, sebelum melakukan perawatan biasanya akan dilakukan serangkaian tindakan, seperti skin marking untuk memetakan letak sinar radiofrekuensi akan ditaruh di kulit.

“Alat terapinya itu mengeluarkan efek panas dan lewat panas itu kolagen dalam kulit akan berkontraksi, sehingga merangsang pertumbuhan kolagen baru. Kalau ditembakkan di lokasi yang sama, itu tidak efisien,” jelasnya. Dokter Ariesta menerangkan kalau terapi ini hasilnya bertahan 1-2 tahun, tergantung pada kondisi kulit dan proses penuaan. Efek perbaikan dan pengencangan kulitnya sendiri akan terus bekerja sampai 6 bulan ke depan. “Jadi, semakin bertambahnya waktu pasca terapi, kulit malah akan semakin bagus. Repetisi terapi bisa dilakukan setahun sekali,” tambah dr Ariesta.

Source: https://lifestyle.okezone.com/read/2023/10/20/611/2905139/terapi-kulit-non-invasif-bisa-terlihat-awet-muda-tanpa-operasi?page=2