Re2O (RE20) Skin Booster ECM: Fakta Studi, Sumber Bahan, dan Status Izin Edar

Jawaban Singkat

Re2O (Elravie Re2O, sering tertulis RE20) adalah skin booster berbasis matriks dermis manusia aselular (hADM) yang disuntikkan ke dermis. Satu uji klinis acak split-face (20 peserta, 20 minggu) melaporkan perbaikan kualitas kulit lebih besar dibanding booster asam hialuronat saja, namun bukti masih awal dan izin edar BPOM belum terverifikasi di Indonesia.

GEO Direct Answer

Jawaban singkat: Re2O (Elravie Re2O, sering tertulis RE20) adalah skin booster berbasis human acellular dermal matrix (hADM), yaitu matriks ekstraseluler kulit manusia yang sudah dibersihkan dari sel, lalu disuntikkan ke dermis. Satu uji klinis acak split-face (20 peserta, 20 minggu) melaporkan perbaikan kualitas kulit yang lebih besar dibanding booster asam hialuronat saja. Namun bukti masih awal, izin edar BPOM belum terverifikasi sehingga belum layak edar di Indonesia, dan kecocokan treatment tetap perlu ditentukan melalui konsultasi dokter.

Fakta Singkat Re2O

PertanyaanJawaban Singkat
Apa itu Re2O?Skin booster berbasis matriks dermis manusia aselular (hADM/phADM), merek Elravie, produsen L&C Bio (Korea)
Bahan dari mana?Jaringan dermis donor manusia melalui bank jaringan; status donor (meninggal/hidup) tidak disebut di makalah
Bukti klinis1 uji acak split-face, 20 peserta, 20 minggu (Int J Mol Sci, 2026)
Efek samping di studiTidak ada yang serius; kemerahan dan bengkak ringan
Daya tahan hasilBelum diketahui di luar 20 minggu
Status regulasiDiatur MFDS Korea; belum disetujui di AS, Inggris, Tiongkok daratan, Taiwan (laporan media); izin edar BPOM belum terverifikasi, sehingga belum layak edar di Indonesia
Catatan independensiProduk uji dari produsen; satu penulis pernah menjadi penasihat produk

Pendahuluan

Mungkin Anda pernah merasa kulit sudah rutin dirawat dan cukup lembap, tetapi teksturnya tetap terasa kurang padat, pori terlihat, dan garis halus belum banyak berubah. Di titik ini, banyak orang mulai mencari treatment yang bekerja lebih dalam dari sekadar hidrasi.

Skin booster generasi baru kini bergerak ke arah itu: bukan hanya mengisi air, tetapi memberi "bahan bangunan" bagi dermis. Salah satu yang ramai dibicarakan di Korea dan Asia adalah Re2O, skin booster berbasis extracellular matrix (ECM).

Artikel ini membahas apa itu Re2O, bagaimana cara kerjanya menurut penelitian, apa yang belum diketahui, dan bagaimana membandingkannya dengan pilihan booster lain, dengan bahasa yang tetap jujur terhadap batas buktinya.

Apa Itu Re2O? Definisi dan Mekanisme Ilmiah

Re2O adalah nama produk skin booster dari Korea (merek Elravie) yang mengandung particulated human acellular dermal matrix (phADM), yaitu jaringan dermis manusia yang diproses hingga sel-selnya dibuang, lalu dihaluskan menjadi partikel kecil. Karena selnya sudah dihilangkan, yang tersisa adalah kerangka protein alami kulit seperti kolagen dan elastin.

Istilah kunci:

  • ECM (extracellular matrix): "kerangka" di antara sel kulit yang menopang kekuatan, elastisitas, dan kepadatan kulit.
  • Acellular: bebas sel, untuk menurunkan risiko reaksi imun terhadap sel donor.
  • Skin booster: injeksi dangkal ke dermis untuk memperbaiki kualitas kulit (tekstur, hidrasi, elastisitas), bukan untuk memberi volume besar seperti filler.

Menurut studi yang menjadi acuan artikel ini, phADM menyebar merata di dermis, mempertahankan struktur matriksnya, dan di model laboratorium dapat membantu memulihkan protein membran basal (nidogen-1 dan kolagen IV) setelah paparan sinar UVB. Pada model tikus, area sekitar partikel menarik fibroblas dan terbentuk kolagen baru. Perlu diingat, temuan laboratorium dan hewan belum tentu identik dengan hasil pada manusia.

Mengapa Kualitas Kulit Menurun?

Seiring usia, ECM kulit mengalami perubahan: serat kolagen dan elastin berkurang dan menjadi kurang teratur, produksi asam hialuronat alami menurun, dan sawar kulit melemah. Paparan sinar UV, polusi, kurang tidur, merokok, serta stres oksidatif mempercepat proses ini.

Dampak yang sering terlihat:

  • tekstur kulit tidak rata dan terasa kasar,
  • pori tampak lebih besar,
  • garis halus dan kelenturan kulit berkurang,
  • kulit kusam dan mudah dehidrasi.

Penyebab dan tingkat keparahan berbeda pada setiap orang, sehingga pemeriksaan kulit oleh dokter menjadi langkah awal yang penting.

Perbandingan: Re2O vs Booster Lain

AspekBooster HA (hidrasi)Polynucleotide (mis. Rejuran)Re2O (phADM, ECM)
Bahan utamaAsam hialuronatPolynucleotide (PN)Matriks dermis manusia aselular
PendekatanMengikat air, melembapkanMendukung regenerasi dan perbaikan jaringanMenyediakan kerangka ECM bagi dermis
FokusHidrasi, glowTekstur, kualitas kulit, area halusKepadatan, tekstur, pori, elastisitas
Bukti publikasiBanyakCukup banyakBaru satu studi acak kecil (2026)
CatatanEfek hidrasi umumnya lebih singkatPilihan matang untuk skin qualityData jangka panjang belum tersedia

Tabel ini bersifat edukatif dan bukan klaim keunggulan satu produk. Pemilihan booster disesuaikan dengan kondisi kulit dan tujuan masing-masing pasien.

Apa yang Dikatakan Penelitian Ilmiah?

Studi yang dibahas diterbitkan di International Journal of Molecular Sciences (2026) oleh tim peneliti Korea. Desainnya uji klinis acak, split-face, double-blind selama 20 minggu pada 20 orang dewasa (rerata usia sekitar 55 tahun) dengan kekasaran kulit pipi sedang. Satu sisi pipi diberi phADM (Re2O) bersama HA, sisi lainnya HA saja, sehingga setiap peserta menjadi pembanding bagi dirinya sendiri. Pengukuran memakai alat objektif seperti pencitraan 3D, ultrasonografi kulit, Cutometer, dan pengukur hidrasi, ditambah penilaian dokter dan peserta.

Temuan Utama Penelitian

Dibanding sisi HA saja, sisi yang diberi phADM dilaporkan lebih baik secara statistik (p < 0,05) pada:

  • Volume dan kepadatan kulit: volume lebih baik di semua titik waktu, kepadatan lebih baik pada minggu ke-20.
  • Hidrasi dan sawar kulit: hidrasi lebih baik sejak minggu ke-8; TEWL (kehilangan air lewat kulit) lebih baik pada minggu ke-8 dan ke-20.
  • Elastisitas: lebih baik pada minggu ke-4 dan ke-20.
  • Garis halus dan kerutan: lipatan nasolabial dan area bawah mata berkurang.
  • Pori: area pori mengecil mulai minggu ke-12.
  • Pigmentasi dan kemerahan: pigmentasi menurun progresif; kemerahan cenderung menurun di sisi uji.
  • Penilaian subjektif: skor perbaikan (GAIS) dari dokter dan peserta lebih tinggi, terutama dari minggu ke-8.

Dari sisi keamanan, tidak ada efek samping serius. Kemerahan dan bengkak ringan dilaporkan dan membaik dengan sendirinya.

Apa Arti Temuan Ini bagi Pasien?

Secara praktis, studi ini mendukung gagasan bahwa pendekatan ECM dapat memberi perbaikan yang berbeda dari hidrasi saja, dengan hasil yang tampak bertahap dalam hitungan minggu, bukan instan. Namun ada beberapa catatan penting:

  1. Sampel kecil (20 orang), sehingga belum tentu mewakili semua tipe dan usia kulit.
  2. Tindak lanjut 20 minggu, jadi daya tahan hasil jangka panjang belum diketahui. Klaim "bertahan 6 bulan" atau lebih yang beredar di materi promosi belum didukung jurnal ini.
  3. Produk uji mengandung HA, sehingga kontribusi phADM sendiri sulit dipisahkan.
  4. Potensi konflik kepentingan: salah satu penulis tercatat pernah menjadi penasihat pengembangan produk. Studi independen yang lebih besar tetap dibutuhkan.

Kesimpulan yang adil: menjanjikan, tetapi masih tahap awal.

Siapa yang Mungkin Cocok?

Berdasarkan populasi penelitian dan praktik umum booster, treatment seperti ini dapat dipertimbangkan oleh orang dewasa yang memiliki keluhan:

  • tekstur kulit kasar atau tidak rata,
  • pori tampak besar,
  • kulit kurang padat dan kurang kenyal,
  • garis halus awal serta kulit tampak kusam atau dehidrasi.

Kecocokan akhir ditentukan dokter setelah menilai kondisi kulit, riwayat medis, dan tujuan Anda.

Siapa yang Perlu Konsultasi Terlebih Dahulu?

Konsultasikan dengan dokter sebelum mempertimbangkan treatment berbasis jaringan atau injeksi bila Anda:

  • sedang hamil atau menyusui,
  • memiliki riwayat alergi berat atau reaksi terhadap produk berbahan biologis,
  • memiliki penyakit autoimun atau gangguan pembekuan darah, atau sedang memakai pengencer darah,
  • sedang mengalami infeksi atau peradangan aktif pada kulit,
  • memiliki kecenderungan keloid.

Bahan Re2O berasal dari jaringan manusia, sehingga pemeriksaan riwayat alergi dan penjelasan sumber bahan menjadi bagian penting dari konsultasi.

Dari Mana Bahannya? Sumber Donor dan Status Regulasi

Jawaban singkat: Re2O dibuat dari jaringan dermis manusia donor yang diproses oleh bank jaringan. Makalah ilmiahnya tidak menyebut apakah donornya sudah meninggal atau masih hidup. Distributor di Hong Kong menyebut dermisnya diimpor terutama dari bank jaringan bersertifikat AATB di Amerika Serikat, dan praktik umum matriks dermis aselular (ADM) memang berasal dari donasi jaringan setelah donor meninggal, sehingga media menjulukinya "cadaver skin". Untuk Re2O secara spesifik, hal ini belum dikonfirmasi dan perlu dokumen resmi produsen.

Apa yang Dinyatakan Sumber tentang Bahan dan Donor

AspekYang tertulis di sumber
Persetujuan donorMakalah: jaringan donor diperoleh dengan informed consent untuk penggunaan kosmetik
Standar pengadaanMakalah: prosedur dari pengadaan jaringan sampai pengemasan mengikuti pedoman AATB (American Association of Tissue Banks)
Asal jaringanDistributor Hong Kong: terutama diimpor dari bank jaringan bersertifikat AATB di AS
KomposisiSekitar 80% kolagen, 3% elastin, 0,4% sGAG; DNA sisa di bawah 50 ng/mg (data makalah)
Metode dekselularisasi dan sterilisasiTidak dirinci di makalah
Pernyataan etikaPenulis menyatakan tidak ada isu etika karena jaringan berasal dari donor yang memberi persetujuan; ini pernyataan penulis, bukan telaah independen

Mengapa Disebut "Cadaver Skin"?

Istilah ini dipakai media karena ADM pada umumnya berasal dari kulit donor yang telah meninggal dan disumbangkan melalui bank jaringan, mirip dengan jaringan yang dipakai dalam bedah rekonstruksi. Istilah ini bersifat populer, bukan istilah medis, dan tidak otomatis berarti produk tidak aman. Yang menentukan adalah izin edar, skrining donor, dan proses pemurnian.

Status Regulasi di Berbagai Negara

WilayahStatus menurut sumber
Korea SelatanDiatur oleh MFDS (menurut makalah); regulator Korea dilaporkan mengakui adanya celah pengawasan produk jaringan manusia dan sedang mengkaji perubahan
Hong KongDepartemen Kesehatan menggolongkannya sebagai produk teregulasi (mengandung dermis manusia) dan produk farmasi; belum ada pendaftaran, penjualan tanpa izin diselidiki, injeksi hanya oleh dokter terdaftar
AS, Inggris, Tiongkok daratan, TaiwanBelum disetujui (menurut laporan media)
IndonesiaBelum layak edar. Izin edar BPOM belum terverifikasi.

Risiko Teoretis yang Perlu Dipahami

  • Sebagian pakar menilai dekselularisasi belum tentu menghilangkan seluruh materi sel, sehingga reaksi radang, infeksi, atau respons imun tetap perlu diwaspadai.
  • Studi klinis hanya 20 peserta selama 20 minggu, sehingga efek samping yang jarang atau muncul lambat bisa belum tertangkap.
  • Penjualan tanpa izin melalui penjual online atau salon yang tidak menjelaskan bahwa produk berbahan jaringan manusia menjadi perhatian otoritas kesehatan.
  • Produk palsu dilaporkan beredar, sehingga asal produk dan kemasan perlu dipastikan.

Klaim yang Beredar vs Bukti

Klaim di materi promosiStatus bukti
Hasil bertahan hingga 6 bulanTidak ada data jurnal; studi hanya 20 minggu
Cocok untuk semua jenis kulitTidak ada data; studi hanya pada 20 peserta dengan kekasaran kulit pipi sedang, dan kecocokan perlu penilaian dokter
"Lebih unggul dari semua booster"Hanya dibandingkan dengan booster HA; tidak ada pembanding aktif lain
"Tidak ada risiko"Tidak benar; risiko jangka panjang belum diteliti

Pertanyaan yang Layak Diajukan kepada Dokter

  1. Apakah produk memiliki izin edar resmi di Indonesia?
  2. Dari bank jaringan mana donornya, dan apakah ada dokumen skrining serta ketertelusuran?
  3. Apakah kemasan asli dan nomor batch dapat diperiksa?
  4. Apa rencana penanganan jika terjadi reaksi alergi atau radang?

Skincare dan Gaya Hidup yang Mendukung

  • Tabir surya setiap hari (SPF 30+), karena UV merusak ECM dan membuat hasil treatment lebih cepat menurun.
  • Perbaiki sawar kulit dengan pelembap berisi ceramide dan hindari eksfoliasi berlebihan.
  • Tidur cukup, tidak merokok, dan kelola stres untuk mendukung regenerasi kulit.
  • Asupan protein dan vitamin C yang cukup untuk sintesis kolagen alami.

Perspektif Medis Foreverskin

Menurut perspektif medis Foreverskin, treatment yang efektif tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kondisi kulit, kesiapan jaringan, gaya hidup, serta perencanaan treatment yang tepat. Inovasi seperti booster berbasis ECM menarik untuk dipantau, namun keputusan klinis sebaiknya menunggu data yang lebih luas dan selalu dipersonalisasi untuk setiap pasien. Foreverskin memandang skin booster sebagai bagian dari rencana skin quality jangka panjang, bukan solusi tunggal.

Pilihan Treatment di Foreverskin

Re2O tidak ditawarkan di Foreverskin. Untuk memperbaiki skin quality, tim medis Foreverskin dapat mempertimbangkan pendekatan lain yang tersedia sesuai kondisi kulit:

Pemilihan dilakukan setelah konsultasi dan pemeriksaan kulit; hasil dapat berbeda pada setiap pasien.

Downtime, Keamanan, dan Ekspektasi Hasil

  • Downtime: pada studi, efek yang dilaporkan ringan, berupa kemerahan dan bengkak sementara yang membaik sendiri. Pada booster injeksi secara umum, benjolan kecil dan kemerahan dalam beberapa hari pertama adalah hal yang lazim.
  • Keamanan: tidak ada efek samping serius pada 20 peserta, tetapi jumlah ini terlalu kecil untuk menyimpulkan risiko yang jarang terjadi. Karena berbahan jaringan manusia, aspek izin edar, sumber donor, dan riwayat alergi perlu diperiksa.
  • Ekspektasi hasil: perbaikan pada studi tampak bertahap dalam beberapa minggu hingga 20 minggu. Hasil dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada kondisi kulit, usia, gaya hidup, dan rencana treatment. Daya tahan jangka panjang belum diketahui.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Re2O atau RE20?

Re2O (Elravie Re2O) adalah skin booster berbasis matriks dermis manusia aselular (hADM) yang disuntikkan ke dermis. Penulisan "RE20" umumnya salah ketik dari "Re2O" dengan huruf O.

Re2O terbuat dari apa?

Dari jaringan dermis donor manusia yang sel-selnya dibuang (aselular) lalu dihaluskan menjadi partikel. Menurut makalah, komposisinya sekitar 80% kolagen, 3% elastin, dan 0,4% sGAG, dengan DNA sisa di bawah 50 ng/mg.

Apakah bahan Re2O berasal dari kulit jenazah atau orang hidup?

Makalah ilmiahnya tidak menyebut status donor. Distributor di Hong Kong menyatakan dermis diimpor terutama dari bank jaringan bersertifikat AATB di Amerika Serikat. Pada praktik umum, ADM berasal dari donasi jaringan setelah donor meninggal, sehingga disebut "cadaver skin" oleh media. Untuk Re2O, konfirmasi dokumen produsen tetap diperlukan.

Apa arti "cadaver skin" pada skin booster?

Istilah populer untuk produk dari kulit donor yang telah meninggal dan disumbangkan lewat bank jaringan. Ini bukan istilah medis dan tidak otomatis berarti tidak aman; keamanan bergantung pada izin edar, skrining donor, dan proses pemurnian.

Apakah donornya memberi persetujuan?

Makalah menyatakan jaringan diperoleh dengan informed consent untuk penggunaan kosmetik dan prosedurnya mengikuti pedoman AATB. Ini pernyataan penulis, bukan telaah etika independen.

Apakah ada risiko penularan penyakit atau reaksi imun?

Produk diproses dan diskrining, dan di studi tidak ada efek samping serius. Namun sebagian pakar menilai dekselularisasi belum tentu menghilangkan seluruh materi sel, sehingga risiko radang, infeksi, atau respons imun tetap perlu diwaspadai. Studi hanya 20 orang selama 20 minggu.

Apakah Re2O aman?

Pada satu uji klinis kecil tidak ada efek samping serius; kemerahan dan bengkak ringan membaik sendiri. Data ini belum cukup untuk menyimpulkan keamanan jangka panjang. Keamanan juga bergantung pada kondisi pasien dan pelaksanaan oleh dokter.

Apakah Re2O sudah disetujui di Indonesia?

Belum. Izin edar BPOM belum terverifikasi, sehingga Re2O belum layak edar di Indonesia. Hindari penawaran Re2O yang tidak dapat menunjukkan izin edar, nomor batch, dan dokumen sumber bahan.

Apakah Re2O disetujui di negara lain?

Menurut laporan media, Re2O belum disetujui di AS, Inggris, Tiongkok daratan, dan Taiwan. Di Korea Selatan produk diatur MFDS. Otoritas Hong Kong menggolongkannya sebagai produk teregulasi dan menyelidiki penjualan tanpa izin.

Apakah Re2O sama dengan Rejuran?

Tidak. Rejuran berbasis polynucleotide, sedangkan Re2O berbasis matriks ECM dari dermis manusia. Keduanya skin booster dengan bahan dan pendekatan berbeda.

Berapa lama hasil Re2O bertahan?

Belum diketahui. Studi hanya mengikuti 20 minggu. Klaim "6 bulan" di materi promosi belum didukung jurnal.

Apa bedanya Re2O dengan Metrix Skin Therapy?

Re2O berbasis matriks dermis manusia aselular, sedangkan Metrix Skin Therapy di Foreverskin berbasis native collagen tipe I. Keduanya sama-sama bertujuan mendukung struktur dan kepadatan kulit, tetapi bahan dan data pendukungnya berbeda. Kesesuaian ditentukan melalui evaluasi dokter.

Kapan hasilnya mulai terlihat?

Pada studi, perbaikan hidrasi dan penilaian dokter lebih jelas mulai sekitar minggu ke-8, dan beberapa parameter membaik lebih awal. Waktunya berbeda pada setiap orang.

Apakah studinya independen?

Tidak sepenuhnya. Produk uji berasal dari produsen, dan salah satu penulis tercatat pernah menjadi penasihat pengembangan produk. Studi independen yang lebih besar dibutuhkan.

Siapa yang sebaiknya berkonsultasi dulu sebelum mempertimbangkan treatment ini?

Ibu hamil atau menyusui, orang dengan alergi berat, penyakit autoimun, infeksi kulit aktif, atau kecenderungan keloid perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Bagaimana dengan pertimbangan keagamaan terkait bahan dari jaringan manusia?

Ini keputusan pribadi. Kami tidak menemukan pernyataan keagamaan resmi yang dapat dikutip, sehingga sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pemuka agama atau otoritas keagamaan yang Anda percaya.

Kesimpulan

Re2O mewakili tren skin booster berbasis ECM yang bekerja dengan menyediakan kerangka bagi dermis, bukan hanya hidrasi. Satu studi acak split-face melaporkan perbaikan yang menjanjikan, namun sampel kecil, tindak lanjut singkat, dan potensi konflik kepentingan membuat kesimpulannya masih awal. Bagi pasien, hal terpenting adalah memahami batas bukti, memeriksa izin edar dan sumber bahan, serta memilih treatment melalui konsultasi dokter.

Jika Anda ingin mengetahui pilihan treatment yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis Foreverskin Clinic. Setiap treatment disesuaikan berdasarkan kebutuhan kulit, usia, gaya hidup, dan tujuan estetika Anda.

📍 Foreverskin Clinic, Jl. Kertanegara No.65, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
💬 Konsultasi via WhatsApp

Disclaimer Medis

Artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Kesesuaian treatment, hasil, downtime, dan proses pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien.

Referensi

  • Lee YI, Chau NH, Nguyen NH, Ham S, Baek Y, Kim J, Lee JH. Injectable Particulated Human Acellular Dermal Matrix Booster for Skin Restoration: An Integrated Randomized, Split-Face, Double-Blinded Clinical Trial and Preclinical Study. Int J Mol Sci. 2026;27(5):2193. DOI: 10.3390/ijms27052193. PMID: 41828422

Ditulis oleh: Foreverskin Clinic Editorial Team
Direview secara medis oleh: dr. Ariestasari, M.Biomed, Anti Aging & Skin Quality Expert
Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2026

Ditinjau oleh

dr. Ariestasari, M.Biomed

Dokter Estetika & Pendiri Foreverskin Clinic • 14 Tahun Pengalaman • 75+ Sertifikasi Internasional